PUNCA SEGALA REZEKI DAN RAHMAT ALLAH

Monday, 12 September 2011
Kita manusia merasa bahawa semua orang kaya itu bahagia,semua orang yang wangnya melimpah ruah itu tenang jiwa..apabila datang bisikan bodoh kepada kita terdetik dihati alangkah bahagianya mereka itu..aku pun mau kaya seperti itu.mahu berjaya seperti itu..
Tapi kekayaan sebenarnya bukan diukur dari harta dan wang ringgit..semuanya dan yang paling bernilai apabila kita tahu bersyukur dengan apa pun yang kita miliki..
Dengan wang dan harta iman dan rahmat tidak dapat dibeli.pekara kemanisan iman dan ketaqwaan bukannya satu senda gurau,ia perlu kita cari kita semai dan kita jaga berpuluh-puluh tahun dengan berbagai ujian yang mendatang dan semuanya hanya dengan kurnia allah jua ia bertapak dihati kita.
 Apalah bahagianya jiwa yang tidak pernah merasa puas walau wang datang melimpah ruah jika dibanding dengan jiwa yang tahu bersyukur dalam keadaan apa pun iya.Tidak salah kita hidup senang dan kaya asal kita tahu bersyukur dan menggunakannya untuk kebajikan dan juga kepentingan orang yang lebih memerlukan.

Manusia itu berbagai ragamnya:contohnya yang telah disebutkan didalam al_quran yang mulia.Dinyatakan dengan jelas seperti berikut:
  • pertama, manusia itu LEMAH
    “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28
  • kedua, manusia itu MUDAH TERPERDAYA
    “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6)
  • ketiga, manusia itu LALAI
    “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur 1)
  • keempat manusia itu PENAKUT /KHAWATIR
    “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S AL-BAQARAH-155)
  • kelima, manusia itu BERSEDIH HATI
    “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)
  • keenam, manusia itu TERGESA-GESA
    Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11)
  • ketujuh, manusia itu SUKA MEMBANTAH
    “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)
  • kedepalan, manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
    “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)
  • “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)
  • kesembilan, manusia itu PELUPA
    “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S AZ-Zumar : 8 )
  • kesepuluh, manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
    “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20)
  • “Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)
  • “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)
  • kesebelas, manusia itu KIKIR
    “Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ : 100)
  • keduabelas, manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
    Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)
  • sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-’Aadiyaat : 6)
  • ketigabelas, manusia itu DZALIM dan BODOH
    “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-Ahzab: 72)
  • keempatbelas, manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
    “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Yunus 36)
  • kelimabelas, manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN
    “Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72)
Demikian lah sifat kita manusia yang berulang-ulang kita lakukan dan sedikit pun kita tidak merasa malu kerana memiliki sifat-sifat tersebut malah kita tidak mahu mendidik diri agar menjauhi sifat yang dianggap tercela itu.Padahal didalam kitab kita diajar agar memiliki prinsip kekayaan.

Diantara prinsip kekayaaan ialah mencintai semua mahluk Allah.Memiliki kekayaan bathin atau rohani memberi,kerana semakin banyak memberi semakin banyak rahmatnya,saling menasihat-nasihati dan kerohanian atau ketaqwaan.
Yang paling akhir berkait dengan para malaikat yang ditugas menjaga kita didepan,dibelakang,dikiri dan dikanan kita dan kita sering mebuat malaikat yang disebelah kiri kita sibuk dan kurang pula kesibukan malaikat yang disebelah kanan..
Apa ruginya mulai saat ini kita tukar dan biar lah malaikat yang disebelah kanan kita pula yang semakin sibuk dan lebih lagi ia dapat membawa kebaikan kepada kita .Perhatikan kerana didalam kitab nya Al-imam Al-Ghazali mengatakan adapun ucapan yang mubah pun boleh menimbulkan empat pekara:
Menyibukkan pekerjaan para malaikat kerana semua perkataan yang diucap perlu dicatat.
Dengan begitu kita mengirimkan catatan yang tidak berguna kepada Allah swt.
Dan nanti ucapan itu dihari pembalasan akan kita baca sendiri pekara yang memalukan dan tidak berfaedah disaat huru-hara dan terputusnya nikmat dan dibaca pula  dihadapan Allah iaitu dihari kiamat.
Dan akan mendapat malu dari Rabbul Alamin kerana tiada alasan untuk ucapan dan ejekan yang tidak berfaedah malah mengundang bala dunia dan akhirat.Itulah yang dikaitkan dengan kerohaniah.
Melalui para malaikat yang bertugas juga disampaikan kurniaan Allah swt kepada Mahluknya berarti kita mendapat apa saja bentuk rahmat dan rezeki melalui tenaga alam semesta yang mempunyai tugas khas dengan izin Allah jua.Hendaknya kita selaraskan keyakinan kita kepada pencipta dan juga kehadiran para petugasnya kita hadiahkan dengan ucapan salam.
Mudahan-mudahan rahmat Allah itu dapat kita syukuri.

0 comments:

Post a Comment